5 SoC Mid-Range yang Sudah Ketinggalan Zaman di 2026
- mi.co.id
Gadget – Di tengah derasnya inovasi teknologi ponsel, chipset mid-range menjadi tulang punggung pasar smartphone global. Setiap tahun, produsen seperti Qualcomm, MediaTek, dan Samsung meluncurkan SoC (System-on-Chip) baru dengan fabrikasi lebih canggih, efisiensi daya lebih baik, dan dukungan fitur generasi terbaru mulai dari 5G, Wi-Fi 6E, hingga perekaman video 4K.
Namun, di balik tawaran harga murah, beberapa chipset lawas masih beredar di pasaran 2026, disematkan pada perangkat baru dengan label “mid-range”. Padahal, performa dan teknologinya sudah jauh tertinggal bahkan kalah dari chipset entry-level terbaru.
Artikel ini mengungkap lima chipset mid-range yang sebaiknya dihindari di tahun 2026, lengkap dengan analisis teknis, perbandingan benchmark, dan alasan mengapa mereka tak lagi layak dipilih.
Mengapa Chipset Lawas Masih Beredar di 2026?
Banyak vendor memanfaatkan stok chipset lama untuk menekan biaya produksi. Hasilnya? Smartphone dengan harga “menggiurkan”, tapi performa mandek, baterai boros, dan masa pakai pendek.
Padahal, di 2026, standar minimal chipset mid-range sudah naik signifikan:
- Proses fabrikasi: 6 nm atau lebih kecil
- Dukungan jaringan: 5G wajib
- Clock speed: minimal 2,4 GHz
- GPU: mampu main game berat seperti Genshin Impact di medium settings
- Perekaman video: minimal 2K, idealnya 4K
Chipset yang tidak memenuhi kriteria ini tidak lagi kompetitif dan berikut daftar lima yang paling harus diwaspadai.
1. Snapdragon 732G – Chipset 4G Lawas Tanpa Masa Depan
Dirilis pada September 2020, Snapdragon 732G awalnya dipuji sebagai upgrade dari 730G. Namun, pada 2026, usianya yang lebih dari 5 tahun membuatnya benar-benar usang.
Spesifikasi Kritis:
- Proses fabrikasi: 8 nm (kuno dibanding 4–6 nm saat ini)
- CPU: Octa-core (2x Kryo 470 Gold @2.3 GHz + 6x Kryo 470 Silver)
- GPU: Adreno 618
- AI Performance: 3.6 TOPS
- Jaringan: 4G LTE saja – tanpa 5G
- Skor AnTuTu v11: ~500.000
Mengapa Harus Dihindari?
- Tidak mendukung 5G, padahal semua operator global sedang fokus migrasi ke 5G.
- Fabrikasi 8 nm boros daya dan cepat panas.
- Performa kalah dari MediaTek Helio G99 (2022) yang harganya lebih murah dan fabrikasinya lebih modern (6 nm).
Fakta Mengejutkan: Helio G99 punya skor AnTuTu nyaris identik, tapi lebih efisien dan lebih baru meski sama-sama tanpa 5G.