Dimensity 9600 vs Dimensity 9500, Ini Bocoran Peningkatan Besarnya
- lustrasi
Salah satu bocoran menyebut chipset ini akan menggunakan sistem Dual-NPU. Konsep tersebut membagi pekerjaan AI berdasarkan tingkat kebutuhan daya.
NPU berperforma tinggi dapat digunakan untuk tugas AI yang membutuhkan pemrosesan besar. Sementara itu, NPU berdaya rendah dapat menangani pekerjaan yang berjalan terus-menerus, seperti memahami konteks pengguna dan memantau aktivitas tertentu.
Selanjutnya, Dimensity 9600 juga disebut memiliki Neural Shader Scheduler. Teknologi ini diperkirakan mampu menentukan apakah sebuah tugas lebih tepat diproses menggunakan NPU atau GPU. Dengan begitu, penggunaan sumber daya dapat dibuat lebih efisien.
Dukungan terhadap Scalable Matrix Extension 2 atau SME2 juga dikabarkan hadir. Fitur tersebut dapat membantu mempercepat perhitungan matriks yang banyak digunakan dalam pemrosesan model AI dan large language model atau LLM.
Jika diterapkan dengan baik, kemampuan tersebut dapat membuat smartphone berbasis Dimensity 9600 lebih siap menghadapi berbagai fitur AI generatif yang semakin banyak digunakan.
Perbandingan Dimensity 9600 dan Dimensity 9500
Berdasarkan informasi yang beredar, berikut gambaran perbedaan kedua chipset tersebut:
| Spesifikasi | Dimensity 9600 (Rumor) | Dimensity 9500 |
|---|---|---|
| Perkiraan peluncuran | September 2026 | September 2025 |
| Proses fabrikasi | 2nm TSMC | 3nm TSMC |
| CPU | 2 super core 3 performa 3 efisiensi | 1 core 4,21 GHz 3 core 3,5 GHz 4 core 2,7 GHz |
| GPU | Immortalis generasi baru "Magni" | Mali-G1 Ultra MP12 |
| Ray tracing | Peningkatan hardware | Didukung |
| Interpolasi frame | Hardware | Berbasis software |
| RAM | LPDDR5X | LPDDR5X |
| Penyimpanan | UFS 4.0 | UFS 4.0 |
Perlu dicatat, spesifikasi Dimensity 9600 di atas masih berdasarkan rumor dan bocoran. Karena itu, konfigurasi final bisa saja berubah ketika MediaTek memperkenalkannya secara resmi.
Siap Menjadi Salah Satu Upgrade Terbesar?
Jika seluruh bocoran tersebut terbukti, Dimensity 9600 berpotensi menjadi peningkatan besar dibandingkan Dimensity 9500. Penggunaan fabrikasi 2nm, konfigurasi CPU baru, GPU generasi berikutnya, serta kemampuan AI yang lebih kuat membuat chipset ini memiliki sejumlah keunggulan menarik.
Selain itu, efisiensi yang lebih baik dapat membantu produsen smartphone menawarkan performa tinggi tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai secara berlebihan.
Meski demikian, pengguna tetap perlu menunggu pengumuman resmi MediaTek. Pasalnya, nama produk, konfigurasi CPU, kecepatan clock, kemampuan GPU, hingga fitur AI yang sebenarnya bisa berbeda dari bocoran yang beredar.
Jika dilihat dari arah pengembangannya, Dimensity 9600 tampaknya tidak hanya ditujukan untuk membuat smartphone lebih cepat. Lebih dari itu, MediaTek ingin menjadikan chipset generasi baru ini sebagai pusat performa, gaming, dan pemrosesan AI pada ponsel flagship generasi berikutnya.