Revolusi AI Server! Switch Optik 204,8 Tbps dari Lightmatter dan Flex Hadir
- Dok. Lightmatter
GadgetVIVA - Koneksi optik mulai digadang-gadang sebagai masa depan komunikasi di dalam server AI. Pasalnya, kabel tembaga konvensional mulai menunjukkan keterbatasannya ketika kebutuhan bandwidth melonjak drastis. Lightmatter, perusahaan yang fokus pada komputasi fotonik, bersama dengan Flex, baru saja memamerkan sebuah switch optik berkapasitas luar biasa: 204,8 Tbps, yang dikemas dalam satu unit rack (1U) yang ramping.
Perangkat ini diperkenalkan di ajang Open Compute Project (OCP) Global Summit 2026. Switch optik ini menjanjikan solusi atas masalah utama di pusat data AI modern: memindahkan data antar prosesor yang semakin perkasa dengan kecepatan dan efisiensi yang jauh lebih baik daripada kabel tembaga tradisional.
Apa itu Switch Optik 204,8 Tbps?
Teknologi ini bukan sekadar peningkatan kecepatan biasa. Lightmatter menggunakan Passage optical engines dan modul laser Guide DR untuk mentransfer data menggunakan cahaya, bukan listrik. Keunggulan utama koneksi optik adalah kemampuannya membawa data dalam jarak lebih jauh dengan kehilangan sinyal (signal loss) yang minimal, berbeda dengan tembaga yang semakin panjang kabelnya, semakin besar pula degradasi sinyalnya.
Secara teknis, switch ini menggabungkan delapan mesin optik dua arah (bidirectional) di dalam sasis berpendingin cairan (liquid-cooled) yang tingginya hanya sekitar 4,45 cm. Lightmatter mengklaim desain ini memberikan kepadatan koneksi panel depan (front-panel connection density) dua hingga empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan pendekatan konvensional yang menggunakan modul laser eksternal. Artinya, lebih banyak bandwidth bisa ditampung tanpa perlu memperbesar ukuran peralatan jaringan.
Dampak pada Server AI Masa Depan di Indonesia
Bagi para pelaku industri teknologi di Tanah Air, terutama yang bergerak di bidang komputasi awan (cloud computing) dan infrastruktur digital, kehadiran teknologi ini menjadi angin segar. Masalah besar saat ini adalah bagaimana menjaga kecepatan komunikasi antar GPU (Graphics Processing Unit) atau TPU (Tensor Processing Unit) di dalam server AI agar tidak menjadi hambatan (bottleneck).
Dengan switch 204,8 Tbps, server AI di pusat data di masa depan bisa berkomunikasi jauh lebih cepat tanpa memerlukan ruang rak yang lebih besar. Bayangkan, satu unit rack yang sama bisa menangani lalu lintas data yang setara dengan puluhan atau bahkan ratusan switch konvensional. Ini berarti penghematan besar dalam hal biaya infrastruktur, konsumsi listrik, dan pendinginan.
Prototipe: Antara Janji dan Realitas
Meskipun menjanjikan, perlu dicatat bahwa switch Lightmatter saat ini masih dalam tahap platform validasi produksi. Sementara itu, komputasi tray (baki komputasi) yang juga mereka demonstrasikan (berisi empat akselerator AI dan dua CPU dengan bandwidth optik gabungan 102,4 Tbps) masih berupa konsep bukti (proof of concept). Keduanya belum menunjukkan penerapan komersial secara luas.
Belum ada pengumuman resmi mengenai ketersediaan untuk pasar Indonesia. Namun, dengan desain yang mengikuti spesifikasi Open Compute Project, integrasi ke pusat data yang ada seharusnya menjadi lebih mudah. Ini adalah langkah maju yang signifikan, dan kita tunggu saja bagaimana teknologi ini akan diadopsi oleh penyedia layanan cloud dan perusahaan teknologi besar di seluruh dunia, termasuk yang beroperasi di Indonesia.
“Teknologi ini menunjukkan bagaimana server AI di masa depan dapat berkomunikasi lebih cepat tanpa memerlukan ruang rak yang jauh lebih besar,” ujar perwakilan Lightmatter dalam presentasi mereka di OCP Summit 2026.