Asal-usul Ekor Kucing Kosmik Terkuak, Terbentuk dari Tabrakan Dua Objek Mirip Pluto

Ilustrasi seniman yang menggambarkan eksoplanet berada sangat dekat dengan bintang sentralnya.
Sumber :
  • Dok. NASA / Unsplash

GadgetVIVA - Struktur misterius berbentuk ekor memanjang di luar angkasa yang dikenal sebagai cosmic cat's tail atau ekor kucing kosmik akhirnya mulai terkuak asal-usulnya. Berdasarkan analisis terbaru menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble dan James Webb, struktur debu raksasa yang membentang hingga 1.000 kali jarak Bumi ke Matahari tersebut terbentuk akibat benturan mahadahsyat antara dua objek langit berukuran mirip planet kerdil Pluto.

img_title Astronom Temukan Kandidat Eksoplanet Generasi Kedua Pertama yang Mengorbit Katai Putih

Fenomena langka ini berlokasi di sistem bintang Beta Pictoris, berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Pictor. Sistem ini menarik perhatian para astronom karena usianya yang jauh lebih muda dibandingkan Tata Surya kita. Di dalam lingkungan sistem yang masih berkembang ini, tatanan sabuk debu dan gas kerap memicu tabrakan berkecepatan tinggi antarobjek angkasa.

Tabrakan Dahsyat Objek Mirip Pluto di Sistem Bintang Muda

img_title Satelit Shams Arab Saudi Meluncur dalam Misi Artemis II NASA

Penampakan ekor kucing kosmik pertama kali terdeteksi oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb pada 13 Desember 2022. Namun, untuk memahami dinamika pembentukannya, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Arin Avsar, peneliti ilmu keplanetan dari University of Arizona, menggabungkan data terbaru dengan citra arsip Teleskop Hubble yang direkam selama lebih dari 14 tahun.

Peta ilustrasi struktur debu ekor kucing kosmik yang melentur di rasi bintang Pictor.

Photo :
  • Dok. NASA

img_title Benda Langit Lampung Bukan Komet, Ternyata Sampah Antariksa

Dari rekonstruksi data jangka panjang tersebut, tim astronom menyimpulkan bahwa ekor debu memanjang ini bukan berasal dari aktivitas komet biasa, melainkan puing-puing sisa tabrakan masif. Lingkungan di sekitar Beta Pictoris terbukti sangat kacau. Dua benda langit berukuran besar, dengan skala mirip Pluto, saling berbenturan dalam kecepatan ekstrem dan melontarkan jutaan ton material ke ruang antarbintang.

Pembentukan Butiran Debu Poros Berukuran Mikron

Pengamatan lanjutan menggunakan instrumen sensitif Hubble mengungkap fakta unik mengenai komposisi materi pengisi ekor kucing kosmik ini. Struktur tersebut didominasi oleh butiran debu karbon berukuran mikron yang memiliki tingkat porositas sangat tinggi.

Kevin Wagner, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi ini, menjelaskan bahwa kecepatan tabrakan antarobjek begitu tinggi hingga membuat material karbon seketika menguap menjadi gas. Saat gas karbon tersebut mulai mendingin di ruang hampa, molekulnya kembali mengalami kondensasi dan mengkristal menjadi butiran debu mikro berstruktur sangat berpori. Karakteristik butiran debu yang sangat ringan inilah yang membuatnya terdorong oleh tekanan radiasi bintang sentral sehingga membentuk helai memanjang mirip ekor kucing.

Halaman Selanjutnya
img_title