OpenAI Hentikan GPT-5.5 pada Oktober 2026, Pengguna Codex Perlu Segera Migrasi
- openai
OpenAI mengarahkan pengguna untuk beralih ke model yang lebih baru. Dalam panduan yang beredar, GPT-5.6 Sol disebut sebagai salah satu tujuan migrasi, sementara beberapa referensi juga menyebut GPT-6 Astra. Karena konfigurasi produk dapat berubah, pengguna sebaiknya mengikuti pilihan model yang tersedia secara resmi pada layanan masing-masing ketika proses migrasi dilakukan.
API OpenAI Tidak Ikut Terpengaruh
Ada satu hal yang cukup penting bagi pengembang. Penghentian GPT-5.5 di ChatGPT, ChatGPT Work, dan Codex tidak berarti akses melalui API otomatis ikut dihentikan.
Menurut informasi yang tersedia, aplikasi yang menggunakan autentikasi berbasis API key tetap dapat berjalan seperti biasa. Artinya, pengembang yang menjalankan sistem produksi melalui API memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan pengguna Codex yang mengakses model menggunakan akun ChatGPT.
Perbedaan ini menjadi penting karena banyak perusahaan dan pengembang menggunakan API sebagai bagian dari aplikasi, layanan otomatisasi, maupun sistem internal. Selama model API yang digunakan masih tersedia, perubahan pada antarmuka produk konsumen tidak secara langsung menghentikan sistem tersebut.
Meski demikian, pengembang tetap perlu memperhatikan pengumuman OpenAI mengenai masa depan model yang digunakan. Sebab, ketersediaan model pada API dapat berubah melalui kebijakan yang berbeda dari produk seperti ChatGPT dan Codex.
Masa Pakai GPT-5.5 Relatif Singkat
GPT-5.5 sendiri tergolong model yang belum terlalu lama diperkenalkan. Model tersebut diluncurkan pada 23 April 2026. Dengan demikian, jika penghentian di produk utama berlangsung sesuai jadwal pada Oktober, masa penggunaannya di antarmuka tersebut hanya sekitar enam bulan.
Sebelumnya, OpenAI juga telah melakukan perubahan terhadap model generasi lama. Model kelas GPT-5.4, misalnya, disebut sudah ditarik dari Codex pada akhir Agustus 2026.
Langkah tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan model AI berlangsung sangat cepat. Ketika generasi baru dianggap lebih sesuai untuk kebutuhan pengguna, penyedia layanan dapat mengurangi atau menghentikan dukungan terhadap model sebelumnya.
Karena itu, pengembang yang memasukkan nama model secara langsung ke dalam kode, agen, atau sistem otomatisasi perlu lebih berhati-hati. Penggunaan nama model secara hard-code dapat membuat aplikasi lebih rentan mengalami gangguan ketika model tersebut tidak lagi tersedia.