Update Windows 11 Ini Bikin Tombol Copilot Lebih Berguna, Tapi Ada Dua Bug Baru

Pembaruan Windows 11 KB5124010 membawa remapping tombol Copilot, Emoji 17.0, serta sejumlah perbaikan File Explorer dan Bluetooth.
Sumber :
  • Dok. Microsoft via Notebookcheck

GadgetVIVA - Windows 11 KB5124010 sudah tersedia sebagai pembaruan pratinjau opsional non-keamanan. Isinya cukup menarik, terutama karena tombol Copilot kini bisa diubah fungsinya, File Explorer mendapat sejumlah perbaikan, dan Emoji 17.0 mulai hadir. Namun, Microsoft juga mengungkap dua masalah baru yang bisa mengganggu login perangkat kantor serta perangkat audio USB tertentu.

img_title Colorful Rimbook L1 Plus: Laptop 1,4kg dengan Ryzen 7 & Layar 2.5K 120Hz

Pembaruan ini melanjutkan Windows 11 versi 25H2 ke build 26200.9550 dan versi 24H2 ke build 26100.9550. Karena sifatnya opsional dan bukan pembaruan keamanan, pengguna tidak harus buru-buru memasangnya, apalagi jika PC dipakai untuk bekerja setiap hari.

Tombol Copilot Akhirnya Bisa Punya Fungsi Lain

img_title Xbox 360 Bisa Main di PC? Microsoft Siapkan Lapisan Kompatibilitas XEO3

Perubahan paling terasa ada pada tombol Copilot khusus di keyboard. Setelah KB5124010 terpasang, pengguna dapat mengatur tombol tersebut agar berfungsi sebagai tombol Ctrl kanan atau Context Menu melalui Settings.

Fitur ini terdengar sederhana, tetapi cukup berguna bagi pemilik laptop dengan keyboard yang memiliki tombol Copilot khusus. Selama ini, tombol tersebut cenderung memiliki fungsi tetap. Bagi pengguna yang tidak memakai Copilot secara rutin, ruang tombol itu terasa kurang terpakai.

img_title Microsoft Rilis Surface Laptop 8 & Pro 12 RAM 8 GB, Harga Mulai Rp15 Juta!

Dengan opsi remapping ini, tombol Copilot bisa disesuaikan untuk mempertahankan pintasan lama atau mendukung alur kerja tertentu. Tombol Context Menu, misalnya, dapat membantu pengguna mengakses menu klik kanan lewat keyboard tanpa harus mengandalkan mouse.

Microsoft juga menambahkan opsi "open apps maximized" di Settings > Accessibility > Visual effects. Saat diaktifkan, aplikasi akan terbuka dalam kondisi layar penuh secara default.

Pengaturan tersebut ditujukan untuk pengguna pembaca layar, pemakai tablet, serta siapa saja yang lebih nyaman bekerja dengan jendela aplikasi yang selalu memenuhi layar. Pengguna tidak perlu lagi memperbesar jendela satu per satu setelah membuka beberapa aplikasi.

File Explorer dan Bluetooth Mendapat Perbaikan yang Lebih Praktis

KB5124010 membawa beberapa perubahan kecil ke File Explorer. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat saat pertama kali membuka folder, tetapi bisa terasa dalam pemakaian harian.

Pada halaman Home, File Explorer kini dapat mengingat bagian atau seksi yang sebelumnya dibuka dan ditutup. Jadi, pengguna tidak perlu mengulang pengaturan tampilan setiap kali kembali ke halaman tersebut.

Microsoft juga memperbaiki tampilan thumbnail untuk file cloud di panel Details. Sebelumnya, thumbnail bisa tidak muncul secara konsisten. Perbaikan ini membantu pengguna mengenali foto atau dokumen tanpa harus membuka file satu per satu, terutama saat bekerja dengan berkas yang tersimpan di layanan cloud.

Ada pula perbaikan untuk masalah saat pengguna mengeklik area dekat address bar. Bug tersebut bisa membuat teks yang sudah diketik hilang. Bagi pengguna yang sering menyalin alamat folder atau mencari file lewat File Explorer, gangguan kecil seperti ini cukup menjengkelkan.

Pengguna touchpad precision juga mendapat dua gestur baru. Pertama, scrolling dari tepi layar dengan satu jari. Kedua, gestur untuk menggulir secara otomatis. Keduanya dapat membuat navigasi dokumen atau halaman panjang terasa lebih natural tanpa terus-menerus menggeser dua jari.

Di sisi Bluetooth, Microsoft memperbaiki crash layar biru dengan kode 0x139 yang dapat terjadi saat perangkat sedang memutar audio Bluetooth. Bug lain juga diperbaiki, yakni indikator Bluetooth yang tetap menunjukkan status aktif meskipun radio Bluetooth sebenarnya sedang mati.

Perbaikan ini penting bagi pengguna headset nirkabel, speaker Bluetooth, atau laptop yang sering berpindah antara koneksi kabel dan nirkabel. Setidaknya, status yang tampil di Windows kini diharapkan lebih sesuai dengan kondisi perangkat sebenarnya.

Emoji Baru, Widget Tips, dan Backup Foto dari Ponsel

Windows 11 KB5124010 turut menghadirkan Emoji 17.0. Beberapa emoji baru yang disebut Microsoft mencakup wajah terdistorsi, awan pertengkaran, dan makhluk berbulu. Sejumlah emoji lama juga mendapat desain baru, termasuk wajah memberi hormat dan angsa.

Perubahan emoji memang bukan alasan utama semua orang memasang update, tetapi pengguna yang sering berkomunikasi lewat aplikasi desktop akan langsung melihat manfaatnya. Dukungan emoji yang lebih baru membantu Windows tetap mengikuti standar karakter yang digunakan di berbagai layanan modern.

Microsoft juga menambahkan widget Tips. Widget ini menyajikan panduan singkat mengenai fitur Windows dan dapat ditambahkan ke Widgets board maupun lock screen. Fungsinya lebih cocok untuk pengguna yang ingin menemukan fitur tersembunyi tanpa harus mencari tutorial secara manual.

Fitur Camera roll backup di Settings kini memiliki alur pengaturan baru untuk melindungi foto melalui OneDrive. Proses awalnya dapat dilakukan menggunakan kode QR yang dipindai dari ponsel.

Fitur ini membuat proses pencadangan foto terasa lebih mudah bagi pengguna yang tidak ingin mengetik alamat akun atau melakukan pengaturan panjang di layar PC. Namun, pencadangan tetap berkaitan dengan OneDrive, sehingga pengguna perlu memperhatikan akun dan ruang penyimpanan yang tersedia.

Perbaikan lain menyentuh wallpaper desktop. Windows 11 kini mendapat dukungan untuk file wallpaper DIB, perilaku slideshow yang lebih baik di beberapa desktop, serta pratinjau yang lebih akurat pada monitor dengan orientasi potret.

Taskbar Magnifier juga mendapat penyegaran visual. Sementara itu, font Ebrima kini mendukung skrip Garay dan Beria Erfe. Perubahan ini mungkin hanya terasa bagi kelompok pengguna tertentu, tetapi menunjukkan bahwa pembaruan tersebut tidak hanya berfokus pada tampilan dan performa umum.

Ada Dua Bug Baru yang Perlu Jadi Perhatian

Di balik daftar perbaikan tersebut, Microsoft mencatat dua masalah baru pada pembaruan ini. Bug pertama berkaitan dengan perangkat yang memakai Credential Guard, sudah bergabung ke domain, dan terhubung dengan Active Directory.

Pada sebagian perangkat, hubungan kepercayaan yang aman dengan Active Directory dapat hilang. Akibatnya, pengguna bisa gagal melakukan login interaktif ke perangkat. Masalah ini terutama relevan bagi laptop kantor atau komputer organisasi, bukan PC rumahan biasa.

Microsoft menyebut sudah tersedia solusi melalui perubahan registry. Namun, perubahan registry sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Pengguna kantor perlu mengikuti panduan resmi Microsoft atau meminta bantuan admin IT agar tidak memicu masalah login lain.

Bug kedua menyasar beberapa perangkat USB Audio Class 1.0. Perangkat tersebut dapat menampilkan Error Code 10 di Device Manager atau tidak mengeluarkan suara sama sekali setelah update terpasang.

Dampaknya bisa terasa pada headset, mikrofon, atau perangkat audio USB lama yang masih mengandalkan standar tersebut. Jika audio mendadak hilang setelah pemasangan KB5124010, pemeriksaan pertama bisa dilakukan melalui Device Manager dan pengaturan output suara Windows, tetapi Microsoft masih menyiapkan perbaikan untuk masalah ini.

Selain dua isu tersebut, pembaruan ini juga mengubah beberapa fungsi sistem. Microsoft menghapus fitur migrasi PC ke PC. Untuk memindahkan file dan pengaturan ke komputer baru, Windows Backup kini menjadi opsi yang didukung.

Pada mode kiosk, pintasan Windows Tab dinonaktifkan di restricted UX kiosks. Pintasan Windows A dan Windows C juga dinonaktifkan pada single-app kiosk mode. Perubahan ini dirancang untuk perangkat dengan penggunaan terbatas, seperti komputer layanan publik atau terminal khusus.

Sebelum Memasang, Cek Dulu Jenis PC Anda

KB5124010 adalah update opsional. Artinya, pengguna Windows 11 tidak perlu langsung memasangnya hanya karena notifikasi pembaruan sudah muncul. Versi 24H2 juga disebut akan menerima pembaruan pratinjau non-keamanan terakhir melalui cabang ini sebelum mencapai akhir dukungan pada Oktober.

Untuk PC pribadi yang tidak memakai Active Directory dan tidak bergantung pada perangkat audio USB lama, risiko dua bug utama cenderung lebih kecil. Meski begitu, pengguna tetap perlu membuat cadangan file penting sebelum melakukan update, terutama jika komputer dipakai untuk pekerjaan atau sekolah.

Keputusan paling aman bergantung pada kebutuhan Anda:

  • Pertimbangkan memasang KB5124010 jika Anda membutuhkan remapping tombol Copilot, memakai touchpad precision, atau mengalami masalah Bluetooth dan File Explorer yang disebut dalam daftar perbaikan.
  • Tunda pemasangan jika PC terhubung ke Active Directory, memakai Credential Guard, atau sangat bergantung pada perangkat USB Audio Class 1.0.
  • Buat cadangan file penting sebelum update, meskipun pembaruan ini bukan pembaruan keamanan.
  • Jika login kantor terganggu atau audio USB hilang setelah instalasi, ikuti panduan resmi Microsoft dan hubungi admin IT sebelum mengubah registry sendiri.

Bagi kebanyakan pengguna rumahan, KB5124010 lebih tepat diperlakukan sebagai update pilihan, bukan instalasi wajib. Fitur baru memang berguna, tetapi dua bug yang masih ditangani Microsoft membuat menunggu pembaruan berikutnya menjadi pilihan masuk akal untuk PC yang harus selalu siap dipakai.