Google Project Suncatcher Berhasil Jalankan AI di Orbit Bumi, Mengapa Data Center Luar Angkasa Sangat Penting?

Ilustrasi satelit eksperimental Google Project Suncatcher yang mengusung unit pemrosesan TPU untuk menjalankan model AI langsung dari luar angkasa.
Sumber :
  • Dok. Google

GadgetVIVA - Google baru saja mencatatkan pencapaian penting dalam eksplorasi teknologi pemrosesan kecerdasan buatan (AI). Melalui inisiatif eksperimental bernama Project Suncatcher, Google sukses mengoperasikan unit akselerator Tensor Processing Unit (TPU) di orbit Bumi. Satelit prototipe tersebut berhasil mengeksekusi model AI Gemma 4 untuk merespons instruksi yang dikirimkan langsung dari stasiun pengontrol di permukaan Bumi.

img_title 5 HP Lipat Terbaik 2026: Samsung, iPhone, Honor, dan Google Punya Keunggulan Berbeda

Uji coba ini ditandai dengan keberhasilan satelit dalam memproses instruksi penulisan puisi singkat bertema ruang angkasa, lalu memancarkan kembali data hasil pemrosesan tersebut ke Bumi. Keberhasilan pemrosesan perintah di luar atmosfer ini menjadi tonggak awal bagi Google untuk menguji kelayakan penempatan infrastruktur data center berbasis AI di luar angkasa di masa depan.

Pencapaian Hello World dan Pengujian Inferensi dari Orbit

img_title Smartphone Google Pixel 10a Mengalami Kenaikan Harga Jadi Rp10,6 Jutaan

Pengujian yang dilakukan oleh tim peneliti Google ini sejatinya merupakan tahap Hello World bagi perangkat keras kelas data center yang bekerja di lingkungan microgravity. Setelah diluncurkan pada awal Oktober, satelit mengaktifkan komponen elektronik utama dan mulai menjalankan beban kerja machine learning secara bertahap.

Model Gemma 4 yang terpasang pada sasis satelit menerima perintah input dari Bumi dan memproses inference secara lokal di dalam ruang hampa. Selain memproses permintaan naratif seperti puisi, sistem TPU di orbit juga diuji untuk mengolah dan mengkalkulasi data telemetri mengenai status kesehatan komponen internal satelit. Seluruh alur kerja pemrosesan data berjalan tanpa mengandalkan server di permukaan Bumi untuk proses kalkulasinya.

img_title Gelang Pintar Google Fitbit Edge Bocor ke Publik dengan Layar Oval dan GPS

Tantangan Manajemen Suhu dan Radiasi Ekstrem di Luar Angkasa

Langkah eksperimental ini bukan sekadar ajang pembuktian fitur, melainkan pengujian ketahanan fisik tingkat tinggi. Memindahkan hardware pemrosesan AI dari data center darat ke luar angkasa menghadapi dua kendala utama: disipasi suhu dan ancaman radiasi kosmik. Di bumi, pendinginan server dapat memanfaatkan aliran udara atau cairan. Di luar angkasa yang merupakan ruang hampa, pembuangan panas hanya bisa mengandalkan mekanisme radiasi termal.

Selain masalah suhu, partikel bermuatan energi tinggi di luar atmosfer dapat menyebabkan gangguan pada sirkuit silikon chip TPU. Pengujian berlanjut untuk mengamati seberapa jauh arsitektur chip Google mampu bertahan dari ancaman korupsi data akibat partikel radiasi. Keandalan operasional dalam jangka panjang menjadi kunci utama sebelum proyek ini dapat ditingkatkan ke skala yang lebih besar.

Halaman Selanjutnya
img_title