Telkom Mulai Geber Kerja Sama dengan MIT, Kejar 9 Juta Talenta Digital

Telkom - ITDRI
Telkom - ITDRI
Sumber :
  • Foto: Istimewa

GadgetTelkom menghadirkan banyak cara untuk bisa membantu Indonesia menciptakan 9 juta talenta digital, yang kabarnya baru bisa dipenuhi dalam kurun 15 tahun ke depan. Salah satunya lewat  Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) yang sedang kolaborasi dengan partner global, salah satunya dengan Massachusetts Institute of Technology-Industrial Liaison Program (MIT-ILP). 

Setelah resmi menjadi anggota membership Industrial Liaison Program (ILP) Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada Agustus 2022 lalu, PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk melalui Indonesia Telecommunication & Digital Research Institute (ITDRI) mulai melakukan aktivasi keanggotaannya. MIT yang merupakan institut teknologi terbaik di dunia telah berhasil melahirkan banyak penelitian, pengetahuan, inovasi dan alumni yang berpengaruh pada perkembangan teknologi di dunia, sehingga tingkat profesionalisme, culture dan passion para penelitinya bisa dijadikan pembelajaran baru bagi para talent. 

Sebagai home of learning, ITDRI memulai aktivasinya melalui sebuah event bertajuk “ITDRI InnoTalks with MIT Series #01” yang menjadi langkah awal bagi para digital talent. 

ITDRI InnoTalks with MIT Series #01 berlangsung dari tanggal 19 hingga 23 September 2022 dengan mengusung konsep diskusi bersama para expert MIT dan juga narasumber dari pihak eksternal yang akan membahas mengenai topik - topik terkini seputar inovasi dan pengembangan digital talent dengan tujuan meraih wawasan, koneksi, serta peluang inovasi bisnis. ITDRI InnoTalks with MIT Series #1 menjadi event pembuka untuk mengulas berbagai materi yang ada di kanal MIT-ILP yang disuguhkan melalui berbagai bentuk seperti Talkshow, Nonton Bareng, dan Re-broadcast Talkshow dengan expert dari MIT.

Terselenggaranya event ini diharapkan dapat menjadi angin segar dalam mengembangkan inovasi serta pengembangan digital talent sebagai upaya untuk terus mendukung akselerasi transformasi digital Indonesia dengan memenuhi kebutuhan learning journey, meraih wawasan, koneksi, serta peluang inovasi bisnis yang dibutuhkan bagi para pihak yang ingin tahu bagaimana MIT dapat mengelola riset dan inovasinya. 

Jemy V. Confindo, selaku Chairman of ITDRI memaparkan event ini menjadi gerbang partnership global dalam ranah learning, research, dan innovation ITDRI dalam menyuguhkan konten yang berkualitas internasional bersama para expert dari MIT.

“Adanya ITDRI InnoTalks with MIT Series #1 ini menjadi awal implementasi yang baik karena kita berkolaborasi dengan salah satu universitas terbaik di bidang teknologi dan inovasi dunia. Diharapkan bukan hanya memperluas jaringan kemitraan melainkan dapat dirasakan juga manfaatnya oleh para digital talent Telkom-ITDRI yang berkapabilitas unggul sehingga melahirkan berbagai inovasi yang bisa bersaing secara global serta bermanfaat bagi khalayak luas,” paparnya. 

Kolaborasi ini tidak akan berhenti sampai disini tetapi di bulan Oktober mendatang Telkom-ITDRI dan MIT akan menyelenggarakan event lanjutan yang lebih besar untuk mengulas hasil riset dan inovasi dari tim yang telah terpilih pada lomba proposal riset pada bulan Juli lalu. Lebih dari itu, Telkom-ITDRI bersama MIT akan terus memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kapabilitas para calon digital talent. 

Todd S. Glickman sebagai Senior Director of Corporate Relations MIT menyebutkan bagi seseorang atau korporasi untuk berinteraksi intens bersama para peneliti secara tatap muka atau virtual, karena “kita” tidak hanya bisa duduk menunggu untuk mencari dan menggali ilmu pengetahuan.

“MIT itu unik,  kami di sini tidak untuk membantu memecahkan masalah anda hari ini, tidak untuk membantu anda membuat lebih banyak penjualan, meningkatkan keuangan selama kuartal berikutnya. Tetapi, jika anda melihat dua, tiga, empat, lima tahun ke depan  mengenai teknologi apa yang akan berdampak besar kepada perusahaan, di situlah keunggulan MIT jika kalian bertemu langsung dengan para peneliti,” ungkapnya.